CITA CINTA ALIYA: Bagaimana Seharusnya Remaja Islam Masa Kini Memandang Cinta?

Oleh: Anidamai

1 . Ketika Islam bilang Pacaran Haram

Manusia berkata, bagaimana mengenal calon kita, masa kayak beli kucing dalam karung? Bagaimana kalo udah nikah nyesel. Cerai kan gak disukai Allah, apa bisa menjamin rumah tangga nya akan bahagia? “Anda mau menikah? Mau kenal calonnya? Tinggal Ta’aruf saja.. Gak puas sama info yang dikasih murrabi, kerabat, atau sahabat tentang calonnya? Cari tahu sendiri dengan melihat lingkungannya. Lihat pergaulannya.Gak perlu ngecengin langsung orangnya.

Masih belum puas dan belum yakin juga? Sekarang saya tanya, apakah jika anda bepacaran dengan calon anda. Anda akan tahu 100% sikap dan sifat aslinya? Anda belom siap nikah? Terus ngapain deket-deket sama si doi? Takut di ambil orang makanya diiket pake hubungan gitu?? Gak bakal lari jodoh dikejar. Kalo gak berjodoh mah diiket pake rantai kapal juga pasti bakal lari 🙂

Bagaimana kalau sesudah nikah malah nyesel? Nyesel nya kenapa dulu ini? Katanya tahu kalau menikah itu ibadah. Katanya tahu kalau sepasang suami istri itu harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, lalu apa lagi alasan yang bisa kita jadikan penyesalan jika kesabaran kita terhadap pasangan halal kitĂ  berbuah pahala, kesabaran kepada pacar? Dosanya berlipat ganda lohh.

Cerai kan gak disukai Allah. Kalo gak pacaran dulu nanti cerai gimana? Makanya jangan cerai atuh. Situ tahu cerai dibenci Allah, masa situ gak tahu kalo pacaran di Murkai Allah? Cerai dibenci, tapi Allah memperbolehkan. SedangkĂ n pacaran di murkai, berdosa lagi.

Tanpa pacaran apa bisa menjamin rumah tangga akan bahagia?? Gini mbak teteh dan Mas Aa’. Pertama kita kembali kepada niat kita dulu, niatnya nikah mo ngapain? Ibadah bukan? Kalo niatnya ibadah gak bakal ada ketidak bahagiaan dalam rumah tangga kita kelak, karena ketika niat kita menikah karena Allah, pake jalan menjemput jodoh yang diridhai Allah, memilih pasangan yang dianjurkan Rasulullaah, janji Allah adalah kebarakahan untuk kita.

Barakah adalah kunci SAKINAH, MAWADAH WA RAHMAH. Barakah kunci lahirnya anak shalih dan shalihah. Barakah yang menghantarkan cinta kekal hingga ke Jannah. Barakah adalah harapan seorang muslim, karena jika yang diharapkan hanya sekedar akebĂ hagiaan dunia, orang jahat pun bisa bahagia. Orang lalai pun bisa sejahtera. Maka dari itu, isi kesendirian dengan mempersiapkan yang terbaik untuk kekasih halal kita, karena ketidak harmonisan sebuah pernikahan bersumber pada kurangnya pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagia seorang suami atau istri.

Kebanyakan cuman ngerti hak nya doank, kewajiban pada kagak ngarti. Yang laki-laki sibuk kan diri dengan perbaikan dan mencari nafkah sebelum menjemput bidadari dengan segudang tanggung jawab sebagai ayah, dan imam dalam rumah tangganya. Dan sebagai wanita, kita sibukan diri dengan perbaikan dan menuntut ilmu agama, karena kita akan menjadi madrasah pertama untuk anak-anak kita, dan seorang makmum yang harus patuh kepada imamnya.

2 . Pacaran Menurut Islam/Pedoman Mencari Jodoh

“Kenapa sih, ngga boleh pacaran!”, kalimat seperti ini acap kali diucapkan oleh para remaja, dengan nada kesal. Zaman sekarang, remaja pacaran, berjalan dan mojok berduaan, memang sudah sangat biasa. Mereka terlihat dimana-mana.  Zaman saya SMP dulu, di tahun 2007 an, siswa yang pacaran bisa dihitung dengan jari. Dan mereka “malu-malu”, tidak mau terlihat oleh yang lain. Zaman berubah. Namun, kriteria kebaikan Universal sebetulnya tidaklah berubah.

Dari zaman nabi Adam sampai dengan zaman Rasulullah Muhammad SAW, Islam melarang pencurian seperti juga Islam melarang orang untuk pacaran, atau pun mendekati zina.

Mari kita kaji bersama-sama, “Mengapa pacaran dilarang?” Allah Maha Tahu, Yang Maha Pencipta tentunya yang paling tau apa yang terbaik buat kita. Allah menginginkan manusia ciptaanNya hidup bahagia, sehat dan sejahtera.  “Tapi orang yang sedang pacaran kan bahagia, lihat aja tuh orang yang sedang jatuh cinta, suka senyum-senyum sendiri, kelihatan senang kan? 🙂 he .. he..”. Kaya sedang makan coklat ya? ada lirik lagu yang bunyinya: ” Bila Cinta Sudah Melekat Tai Kucing Rasa Coklat “…. Waktu pacaran kirain coklat setelah nikah “Sialan, ngga taunya Tai Kucing”. Nah lo … Pada waktu pacaran yang diperlihatkan yang bagus-bagusnya aja, nanti kalau sudah nikah, baru deh kelihatah aslinya. “Ah, ternyata bau badannya ….uasem. Waktu pacaran kok wangi ya…”.

” Yaaa ternyata kere, mobil yang dipakai waktu pacaran itu mobil pinjaman”. “Waktu pacaran kayanya romantiiis banget, eh ternyata aslinya galak”. Pacaran tidak menjamin kita akan tahu sifat calon suami atau istri sesorang. Jadi gimana dong? Sholat Istikhoroh, minta petunjuk kepada Allah. Walaupun bibit, bebet, bobot tetap harus dilihat ya. Carilah yang sepadan. Namun yang terutama carilah yang pemahaman agamanya baik. Lalu istikhoroh, Berdoalah: “Ya Allah,kalau memang ia baik untukku mudahkanlah, jika tidak baik untukku jauhkanlah”.

Coba perhatikan orang di sekelilingmu. Ada yang kaya raya, berkuasa, barang serba ada tapi terlihat tidak bahagia. Kenapa? Karena keluarganya tidak bahagia, suami istri nafsi nafsi sendiri-sendiri, ikuti nafsu masing-masing. Tidak ada komunikasi, kalau ketemu berantem melulu, atau anaknya kurang ajar dan lain sebagainya. Sementara ada keluarga yang sederhana, tapi bahagia. Suami, istri dan anak sering melakukan kegiatan bersama. Kita bisa lihat bahwa kebahagian itu didapat dari keluarga.

Keluarga yang mawaddah wa rahmah. Sekarang coba kita fikirkan, seseorang yang dari usia muda sudah pacaran, katakanlah usia 17 tahun. Menikah usia 25 tahun. Kira-kira sudah gonta ganti pacar berapa kali ya?  Pengaruh media, televisi, internet, bacaan dan lain-lain membuat pergaulan menjadi bebas. Pola pacaran juga menjadi lebih “berbahaya” dan “seronok”. Jika seseorang menjadi pacar yang ke sekian kali nya, maka tidak ada jaminan bahwa ia tidak tersentuh oleh pacarnya yang terdahulu. Kemungkinan besar (tidak semua ya) masing-masing pasangan sudah jadi barang bekas, sudah dipegang-pegang oleh pacar terdahulu. Naudzubillah.

Apakah seseorang rela memiliki pasangan yang demikian? dan kemungkinan hatinya masih mencintai bekas pacarnya yang terdahulu? Saya tau seseorang yang sedang menggugat cerai suaminya. Kenapa? Ia masih mencintai pacar sebelumnya… CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali. Ini adalah salah satu dampak negatif dari seringnya buka FB dan reuni dengan teman lama. Berhati-hatilah. Dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan agar acara reuni bisa dibuat lebih islami. Jangan sampai diisi dengan acara yang tidak diridhoi Allah misalnya joget dan cipika cipiki diantara laki2 dan perempuan yang bukan muhrim. Menurut penelitian, tingkat perceraian semakin tinggi. Apakah ini gara-gara CLBK? mungkin saja. Kalau sampai terjadi perceraian, maka yang jadi korban adalah anaknya. Di negara-negara yang pergaulannya bebas, tingkat perceraian begitu tinggi, tingkat stress juga tinggi.

Tidak ada seorang manusia pun yang sempurna. Suami atau Istri pasti punya kekurangan. Nah, pada waktu melihat kekurangan itu terkadang seseorang membandingkan pasangannya dengan bekas pacarnya. Lalu setan membisikkan angan-angan “Andai kamu dulu jadinya dengan dia, pasti dia lebih baik”. Kemudian angan2 itu berkepanjangan. Apakah bahagia hidup seperti itu?

Kalau misalkan dari usia muda pacaran dengan seseorang, ngga ganti-ganti sampai bertahun tahun. Gimana? Nah, ini ada bahaya yang lain lagi, namanya “Sindrom Kodok Rebus”? Katanya sih, kalau kita mau merebus kodok, jangan langsung dimasukkan ke dalam air panas. Pastinya ia akan loncat. Letakkan kodok itu di panci berisi air dingin lalu dihangatkan. Sedikit demi sedikit temperatur dinaikkan. Si kodok merasa nyaman dengan air yang mulai menghangat. Terus dinaikkan suhunya. Kodok tidak lompat, sampai suatu saat suhu sudah terlampau panas, ia ingin lompat tapi tidak mampu, sebagian tubuhnya mateng. Lalu?…is death alias tewas.

Barangsiapa yang berduaan (laki dan perempuan yang bukan muhrim). Maka yang ketiganya adalah setan. Kebanyakan orang pacaran mungkin awalnya ngga bermaksud zina. Namun dengan “sindrom kodok rebus”, setan mangganggu manusia sedikit demi sedikit. Awalnya mungkin cuma berpegangan tangan lalu berlanjut, makin lama makin mendekati zina. Sampai suatu saat terjadilah zina. Siapa yang paling dirugikan? perempuan!! karena sampai sekarang belum ada laki2 yang bisa diperiksa masih perjaka atau ngga. Dan belum ada laki-laki yang hamil he ..he. Makanya para gadis, berhati-hati lah. Sekali terjadi perzinahan, maka “nasi sudah menjadi bubur”.  “Mendekati” zina saja sudah dilarang. Allah Maha Tahu, jika sudah mendekati zina, maka setan akan sangat mudah merayu manusia untuk jatuh ke dalam perzinahan.

Semakin sering kita dengar berita, ditemukan bayi perempuan, dibuang atau pun dibunuh. Atau berita pembunuhan seorang perempuan, yang ternyata sedang hamil di luar nikah. Kenapa ya? karena perzinahan bisa membawa kepada pembunuhan. Biasanya yang dibunuh adalah bayi yang lahir di luar nikah atau diaborsi, mau pun pihak perempuan. Coba buka deh, QS Al Isra (17:30-32) yang artinya: “(30)Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (31) Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (32) Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya], melainkan dengan suatu [alasan] yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.”

Kita lihat bahwa ayat tentang zina di atas diapit oleh dua ayat pembunuhan, pembunuhan anak dan pembunuhan jiwa. Subhanallah, hal ini tentunya bukan kebetulan kan. Belum lagi kasus pembuangan bayi. Untuk menutupi rasa malu, manusia bisa berubah menjadi teramat kejam. Naudzubillah min dzalik.  Kalau pacaran dilarang lalu bagaimana cara mengenal calon suami atau istri? Dalam Islam ada perkenalan sebelum menikah, istilahnya khitbah. Hal ini dibolehkan ,jika memang sudah serius menuju ke pernikahan. Dan dalam perkenalan ini tetap saja harus ada pihak ke tiga, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  Ada satu hal lagi yang perlu diingat. Berpacaran atau pun berzinah itu dosa, sedangkan menikah itu dianjurkan. Mengapa? Karena hal inilah yang membedakan manusia dengan hewan. Pernah ngga dapat undangan, ” Eh, minggu depan datang ya, kucing saya mau nikah” 🙂

Free sex atau pergaulan bebas itu adalah kehidupan yang menyerupai kehidupan hewan. Makanya ada istilah”kumpul kebo”, hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, persis kaya kebo. Ini adalah kehidupan orang-orang yang egois. Alangkah kasihannya anak yang dilahirkan tanpa status yang jelas. Bahkan di kehidupan glamour seleb dunia kadang terdengar kabar, seorang perempuan melahirkan anak tanpa diketahui siapa bapaknya. Kasian anak itu ya. Naudzubillah.

Ikutilah perintah Allah, insya Allah hidup bahagia dunia akhirat.  Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berusaha memperbaiki diri di jalanNya. Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesal ahan kita.

Sahabatku pacaran adalah salah satu perbuatan yang mendekati zina yaitu zina mata, zina tangan, zina hati, zina kaki, zina mulut, dll. Kamu dapat berdalih bahwa bisa kok terbebas dari zina-zina itu ketika pacaran. Tetapi remaja jaman sekarang gitu loh!!. Kalau nggak pegangan tangan atau ciuman maka akan disebut ketinggalan jaman.

Masak, gitu sih? Ayolah kita analisis.

Istilah pacaran berasal dari kata “pacar” yang mendapat imbuhan “-an”. Kata “pacar” berasal dari bahasa Kawi (Jawa Kuno). Artinya: “calon pengantin”. Kata ini kemudian mendapat akhiran “-an” yang bermakna kegiatan. Jadi, pacaran adalah aktivitas persiapan menikah.

Gimana kalo pacarannya ditujukan untuk having fun, ikut-ikutan teman, biar keren, biar gaul, tanpa ada niatan sama sekali untuk menikah?  Yach, kalo gitu sih pacarannya menyimpang dari pengertian yang sesungguhnya. Coba deh, kita bandingin ama shalat. Menurut tuntunan aslinya, tujuan shalat adalah mengingat Allah. (Lihat QS Thaahaa [20]: 14.) Gimana kalo shalatnya ditujukan untuk sok alim, tanpa ada niatan sama sekali untuk mengingat Allah. Kalo gini sih shalatnya menyimpang dari pengertian yang sesungguhnya.

Terus, apakah pacaran tanpa mendekati zina itu bukannya sekadar dalih untuk membela diri? Yeeii…. Mau mengikuti jalan yang islami kok dibilang dalih. Enak aja! Mestinya kita dukung, dong! Jangan malah memelihara prasangka buruk! Apa nggak takut dosa lantaran prasangka buruk? Nggak lucu deh bila kita hendak mencegah orang lain berbuat dosa (dengan mendekati zina) tapi diri kita sendiri malah mengundang dosa (dengan menyebarluaskan prasangka buruk). Ironis gitu loh!

Bukannya pacaran tanpa ciuman itu ketinggalan zaman? Memang, pacaran ala Nabi Muhammad saw. dan Khadijah ra. tidaklah disertai dengan ciuman atau pun perbuatan nista lainnya. Begitu pula pacaran ala Ibnu Hazm al-Andalusi dan ala Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah. Semuanya terjadi pada berabad-abad yang lalu. Kalo mengikuti teladan beliau-beliau itu dibilang ketinggalan zaman, biar deh. Biar kuno, asal selamat (dunia-akhirat). Lagian, hasil penelitian ilmiah yang obyektif (bukan prasangka yang subyektif) menunjukkan bahwa sebagian besar remaja kita yang pacaran di zaman sekarang ini melakukannya tanpaciuman.

Jadi, pernyataan “pacaran tanpa ciuman ketinggalan zaman” itu merupakan mitos yang tidak sesuai dengan kenyataan. Nah, kini sikap kita terhadap mitos terserbut sebaiknya gimana? Jika kita turut menyebarkan mitos tersebut, maka kita berdosa lantaran menyebarkan prasangka buruk yang tidak sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya, berusaha mengenyahkan mitos jelek tersebut insya’ Allah akan membuahkan pahala dari sisi Allah SWT. Sebab, para pelaku pacaran akan semakin termotivasi untuk tidak lakukan ciuman (atau pun perbuatan nista lainnya), apalagi sampai kecanduan ciuman pacar.

Nah, mau menambah dosa atau pahala?

Referensi: https://www.voa-islam.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *