SEHAT ALA ALIYA: Olahraga dengan Skipping Rope

Ladies terakhir olahraga pakai skipping rope kapan? Tau nggak ternyata skipping punya banyak manfaat kalau dilakukan secara rutin dan sesuai tekniknya loh. Tekniknya gimana sih?

Skipping adalah olahraga yang melibatkan tali atau alat yang disebut jump rope untuk membatu melakukan olahraga tersebut. Yaitu dengan cara melompati tali atau jump rope yang di gerakan oleh pergelangan tangan.

MANFAAT SKIPPING

1) Menjaga Kebugaran Tubuh

Dengan melakukan skipping secara rutin, dapat menjaga kondisi tubuh kita tetap bugar.

2) Melatih dan Memperkuat Otot

Olah raga skipping melibatkan beberapa otot tubuh, yaitu otot lengan, dada, bahu, betis, dan lutut. Olah raga ini sangat bermanfaat untuk melatih otot bagian atas dan bagian bawah tubuh kita.

3) Menguatkan Kerja Jantung

Skipping dapat membantu kerja jantung akan tetap terjaga dengan baik sehingga mengurangi resiko terkena serangan jantung.

4) Menurunkan Resiko Penyakit Osteoporosis

Untuk mengurangi resiko terkena osteoporosis dapat dicegah dengan melakukan skipping secara rutin sejak usia muda. Dengan melakukan skipping kepadatan tulang akan tetap terjaga .

5) Menurunkan Berat Badan dan Membakar Kalori

Dengan melakukan skipping secara rutin setiap hari, dapat membakar kalori. Dengan demikian dapat juga menurunkan berat badan kita.

6) Meningkatkan Koordinasi dan Keseimbangan Tubuh

Melompat sambil mengayunkan tali dapat meningkatkan keseimbangan tubuh kita dan juga melatih koordinasi pada tubuh kita.

TEKNIK MELAKUKAN SKIPPING

Cara I:

Lakukan pemanasan terlebih dahulu. Setelah itu :

  1. Sesuaikan skipping rope dengan tinggi badan . Yaitu denganberdiri sambil menginjak bagian tengah tali dan tarik ujung-ujungnya atau rope-nya di samping badan.
  2. Pegang erat rope dengan posisi lengan atas rapat dengan tubuh dan siku sejajar pinggang. Atau membentuk sudut kurang lebih 450. Semakin kecil sudut yang dibuat akan semakin baik.
  3. Gerakkan pergelangan tangan untuk memutar roof dan mulailah melompat.
  4. Angkat kedua kaki untuk melakukan lompatan. Tapak kaki menghadap ke bawah. Tidak ke belakang tubuh atau bahkan mencapai pantat.
  5. Tidak perlu melompat tinggi saat tali menyentuh lantai. Tinggi lompatan maksimal 2,5 cm dari lantai, yang penting tali bisa lewat di bawah kedua kaki dan menyentuh lantai atau pijakkan. Usahakan posisi agak jinjit saat mendarat, jangan sampai tumit menyentuh lantai agartidak mudah capek dan tidak menimbulkan suara dari sepatu.
  6. Saat melakukan skipping sebaiknya pandangan lurus kedepan agar tetap konsentrasi.

Cara II :

Lakukan pemanasan terlebih dahulu. Setelah itu :

  1. Sesuaikan skipping rope dengan tinggi badan . Yaitu dengan berdiri sambil menginjak bagian tengah tali dan tarik ujung-ujungnya atau rope-nya di samping badan.
  2. Pegang erat rope dengan posisi lengan atas rapat dengan tubuh dan siku sejajar pinggang. Atau membentuk sudut kurang lebih 450. Semakin kecil sudut yang dibuat akan semakin baik.
  3. Gerakkan pergelangan tangan untuk memutar rope dan mulailah melompat.
  4. Angkat satu kaki untuk melakukan lompatan. Tapak kaki menghadap ke bawah. Tidak ke samping atau bahkan mencapai pantat.
  5. Setiap satu lompatan kaki untuk setiap satu putaran tali atau jump rope. Jika yang pertama kali di angkat kaki kiri, maka pada lompatan kedua yang di angkat kaki kanan.
  6. Gerakkan kaki seterusnya. Gerakan ini hamper mirip dengan lari di tempat.
  7. Tidak perlu melompat tinggi saat tali menyentuh lantai. Tinggi lompatan maksimal 2,5 cm dari lantai, yang penting tali bisa lewat di bawah kedua kaki dan menyentuh lantai atau pijakkan. Usahakan posisi agak jinjit saat mendarat, walau pun gerakkan ini hamper mirip dengan lari. Jangan sampai tumit menyentuh lantai agartidak mudah capek dan tidak menimbulkan suara dari sepatu.
  8. Saat melakukan skipping sebaiknya pandangan lurus kedepan agar tetap konsentrasi.

Yang harus dihindari:

Melompat terlalu tinggi, mendarat dengan tumit menyentuh lantai. Hal itu dapat menyebabkan cedera pada lutut dan pergelangan kaki serta menyebabkan cepat lelah.

Referensi: http://rosiantiic.blogspot.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *